Hal yang Paling Sulit di Hidup Kakek

“Kek, apa hal yang paling sulit untuk dilakukan semasa hidup kakek?” Bocah disampingku tiba – tiba berceloteh kepada kakek yang sedang memangkunya. “Hmm.. Apa ya?” sang kakek tampak sedikit merenung sambil memandangi cucunya yang ku taksir mungkin umurnya sekitar kelas 2 atau 3 SD.

Lama kakek itu terdiam hingga bukan hanya membuat anak itu saja yang resah, akupun entah mengapa tak sabar mendengar jawabannya.

“Memaafkan..” ujar kakek itu dengan lembut sambil mengelus kepala cucunya.

“Memaafkan apa kek? ” bocah itu kembali menyosor jawaban kakeknya.

“Kemarin Adul marah gag waktu Acil ngambil mainan Adul?” kali ini sang kakek yang balas bertanya.

“Marah kek, sampai Acil dikejar terus Acilnya dipukul, terus nangis.” ucapnya sambil wajah memasang wajah sedih tapi menggemaskan.

“Waktu dipukul acil marah?”

“Marah kek.”

“Tapi tadi pagi acil udah main lagi sama adul?” kakek kembali bertanya sambil tersenyum.

“Udah doong. Tadi acil main kelereng sama adul dan badi.” jawab acil sumringah.

“Nah, memaafkan itu seperti itu, Acil berdamai dengan kesalahan yang dibuat Adul, melupakannya dan bermain bersama lagi.”

***

Semakin bertambah usia, terkadang perkara memaafkan tak lagi segampang waktu kita kecil dulu. Seringkali kita memupuk amarah hingga menjadi dendam bertahun – tahun karena kesalahan – kesalahan orang lain yang disengaja maupun tidak kepada kita. Seringpula kita benci, hingga kebencian itu membuat kita luput melihat kebaikan dari orang tersebut. Ini juga yang acap kali menjadi pisau pemutus tali persaudaraan dan persahabatan.

Terkadang muncul keirian kepada anak kecil yang memandang dunia dengan sederhana. Mereka yang memandang konflik dan pertikaian dengan ala kadarnya.

Tak ada drama – drama tak penting hanya untuk membuat kejadian menjadi hiperbola.
Mungkin sudah saatnya kita menelisik kembali ruang – ruang amarah dan dendam yang masih ada di dalam hati. Mencoba berdamai dan menerabasnya hingga habis. Termasuk berdamai dengan kesalahan diri sendiri dan masa lalu yang pelik. Mungkin dengan ini kita akan menjalani hari esok dengan lebih tenang dan damai.

@Jakarta, 2 Januari 2019 

Leave a Reply

Your email address will not be published.