#1. Mak Riah

“Siapa bilang hidup itu enak?” Kali ini Mak Riah mulai bicara sendiri lagi sepertinya.

“Mungkin mereka yang bilang hidup itu enak gag pernah makan nasi cuma sama garam atau sambel doang kali ya?” Ia masih melanjutkan monolognya sambil mematahkan tangkai-tangkai cabai di tangan.

“Mereka kebanyakan makan daging sama ikan sih!” Ia lalu mendengus lumayan keras untuk ku dengar.

Ia kini mulai mengulek cabai – cabai yang tadi sudah bersih dan dicuci. Tangannya yang sudah hampir sepuluh tahun mengulek cabai berkilo – kilo setiap harinya seakan menari dengan lihai di atas cobek besar.

Mak Riah.

Baginya mengulek adalah jalan hidupnya. Pekerjaan yang sudah ditekuni sedekade terakhir di warung Bapak.

Semenjak bapak memutuskan pensiun dan mendirikan rumah makan padang, banyak karyawan yang masuk dan keluar. Tapi Mak Riah selalu setia kepada Bapak. Tugas Mak Riah sebenarnya hanya penanggung jawab untuk menyiapkan bumbu untuk berbagai macam masakan. Tapi seiring berjalannya waktu Mak Riah juga makin dipercaya menjadi kapten di dapur rumah makan kami.

Aku sebenarnya senang dengan Mak Riah, dia selalu punya cerita tentang apapun itu. Mau cerita tentang hidup, cinta bahkan politik Mak Riah selalu nyambung. Apalagi kalau gossip artis ibu kota, Mak Riah adalah informan utama di rumah makan ini.

Tapi terkadang, Mak Riah juga sering bicara sendiri. Tanpa peduli ada yang mendengarkan. Seperti pagi ini.

“Dasar orang kaya yang gag punya hati. Seenaknya aja. Dia pikir dengan uang semuanya bisa beres!”

Aku mulai memperhatikan dia lebih serius kali ini. Ulekan Mak Riah semakin penuh emosi. Berbeda dari biasanya.

Kulihat pegawai yg lain tidak ada yang menyadari. Mungkin mereka menganggap ini seperti unek-unek biasanya yang Mak Riah luapkan sendiri setiap hari.

“Plaaaaaaaak!!!”

Tiba – tiba batu yang sebelumnya ada di tangan Mak Riah melayang ke arah pintu dapur. Hampir saja mengenai tabung gas. Semua orang diam. Tidak ada yang berekspektasi akan begini.

Mak Riah benar – benar marah dan penuh emosi.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published.